KIPRAH PEMUDA UNTUK BANGSA
Berdiri pada satu jenjang yang memaksakan kita harus bertindak lebih cerdas dari biasanya, lebih mampu berkomitmen dari biasanya serta mempunyai etika, ketika hari ini kita selalu mempertanyakan kemajuan bangsa ini yang secara history telah mencekam langkah kita akan tanggung jawab bangsa ini adalah pemuda, dan ketika pertanyaan itu terlontarkan maka itu sudah menjadi sebuah tindakan pembodohan, mengerti atau tidaknya kita terhadap bangsa peduli atau tidaknya kita terhadap bangsa takkan menjadi sebuah esensi yang berarti , kalaulah itu yang ada didalam fikiran kita sebagai seorang pemuda, maka hancurlah bangsa ini,
mekanisme roda pemerintahan pada saat ini sudah menjadi mainan politik bagi MEREKA, segala bentuk sistem yang ada sudah menjadi formalitas, hal-hal yang seharusnya diperjuangkan tidak lagi menjadi kewajiban utama, semua sistem menjadi bualan, dan terlepas dari itu semua banyak hal yang harus diperjuangkan pemuda saat ini, namun kenapa pemuda hanya diam!!! mendengar bangsa yang dianggap merdeka ini menjadi suatu pengharapan yang tek jelas kemana arahnya, tak pernahkan terfikirkan oleh pemuda hari ini mereka yang berteriak meminta tolong kepada sosok pemuda yang telah digariskan menjadi pembawa perubahan pada bangsa ini dan dari sekian banyak yang menagukui dirinya pemuda, hanya segelintir pemuda saja yang peduli akan bangsa ini,
miris mendengar pemuda - pemuda yang menjadi harapan bangsa, tak mau peduli dengan bangsa, rasanya belajar menjadi cerdas dalam akademik tidaklah cukup meyongsong kiprah dan sosok pemuda yang sesungguhnya, karena masih banyak persoalan lain yang harus dibenahi, kalau hari ini pemuda berbicara kami akan berjuan untuk bangsa ini dengan cara belajar, itu suatu perjuangan yang sangat minim untuk bangsa ini, ilmu akademik yang kita miliki saat ini ialah sebuah pembodohan yang tersitematis, karena tak sedikit guru yang mengajarkan apa yang tidak dimengerti oleh mereka,dan tak jelas arahnya, namun pemuda lagi-lagi tidak berperan hal untuk ini, karena takut akan selembaran nilai berubah menjadi merah warnanya,
bangsa yang rindu kemenangan ini hendaknya mampu melahirkan kader - kader yang memang betul-betul peduli dengan bangsa ini, tapi kapan itu semua terwujud?
seiring berjalannya waktu, tak pernahkan kita rasakan sesuatu bahwasnya hidup kita tak pernah berubah, dari hari kehari sulit himpitan ekonomi yang mencekik, semua akibat lemahnya mental bangsa ini yang bangga menjadi kuli di negri sendri.
seiring berjalannya waktu, tak pernahkan kita rasakan sesuatu bahwasnya hidup kita tak pernah berubah, dari hari kehari sulit himpitan ekonomi yang mencekik, semua akibat lemahnya mental bangsa ini yang bangga menjadi kuli di negri sendri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar